Saat itu detik-detik tak pernah koe inginkan
Dimana koe melepaskan dan menyatakan kata hati-hati dijalan
walaupun tak terungkap
tapi hanya bisa terukir dalam batin koe dengan diam dan diam
ingin rasanya untuk meluap dan melimpah rasa
tapi tak mungkin…
tapi tak mungkin…
tapi tak mungkin…
muunggggggggkkkkkkkkkkiiiiiiinnnnnnnnn
satu persatu bis-bis datang di tol itu
dari arah pelosok desa menuju kota
saat itu pula hati koe takut dan gamang
karena “dia” akan pergi jauh untuk menaiki bis itu
menuju tempat yang koe tak tahu dimana…
akhirnya perpisahan terjadi juga di sana
saat “dia”di atas bis,
koe melihat dari luar sambil menutup mulut dan coba mengalih penglihatan
agar rasa tak begitu…
saat itu pula koe tak tahan…. walaupun ko
e coba istiqfar-istiqfar
agar tak ada curuhan air mata
alhamdullillah koe mampu mengatasi
tapi qolbu tetap sedih dan sedih
namun sebelum bis itu malaju kedaerah itu koe
utus untuk balik dulu karna tak mampu melihat lagi
dengan hati-hati koe menyebarang tol
dengan perasaan tak menentu
koe hanya mampu berpesan
dengan koneksi sinyal-sinyal
apa yang koe rasakan…
terakhir koe hanya ucapain syukron atas semua…
akhirnya…
unsur-unsur telah mampu dipecahkan yang selama ini hanya…
thks’s u
special for someone
iklan
Minggu, 07 Juni 2009
Tol perpisahan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










0 komentar:
Posting Komentar