Ya rabbi…
Apasalah koe, sehingga diperlakukan seperti ini
Selama ini koe selalu memahami dan mengerti
Apakah salah koe pertingkah dan berbicara
Wahai bumi yang koe pijak
Salahkah koe dalam melangkah
Sehingga setiap persimpangan koe selalu
Di kecewakan, disakaiti, ditinggalkan, dan dibohongi
Ya rabbi…
Setiap ujung jari ini memberi
Rasa perhatian, cinta dan kasih sayang
Tak pernah disambutkan dengan dua belah tangan nan tulus
Tetapi hanya tepukan iba dan ketertawaan yang ada pada koe
Koe coba mentransformasi raga ini
Agar tak terjadi perih yang begitu dalam
Tetapi hasilnya tetap nihil, nihil, nihil……….
Karena begitu panjang sayat perih di dada koe
Ya rabbi…
Sungguh malu dengan benda yang ada di sekitar koe
Karena koe tak pernah belajar dari kenangan sebelumnya
Karena koe begitu lugu, positif pada insan yang memiliki perasaan
Koe hanya bisa mengadu pada Mu Rabbi
Koe hanya bisa mengeluh dan menangis pada Mu Rabbi
Ya rabbi…
Genggam batin koe biar tetesan perih ini
Tak meluap-luap…
Sehingga koe bisa mampu memaafkan
Orang telah menoreh perih dijiwa dan pikiran koe
Kini koe hanya bisa tafakur dan berserahkan pada Mu
Segala dan semua rasa yang telah bercampur di relung-relung nafas koe
iklan
Minggu, 05 Juli 2009
Koe menggadu pada Mu Rabbi…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










0 komentar:
Posting Komentar